23 Januari 2021

Oaklandunwrapped.org

Segala Informasi Menyangkut Oakland

Perempuan Oakland Menjabat Wakil Presiden Amerika Serikat Dampingi Joe Biden

Perempuan Oakland Menjabat Wakil Presiden Amerika Serikat Dampingi Joe Biden

Perempuan Oakland menjabat wakil presiden merupakan peristiwa bersejarah karena ini merupakan pertama kalinya sepanjang pemilu di Amerika Serikat. Nama wanita terhormat itu adalah Kamala Harris, resmi menduduki tempat kebesaran mendampingi Joe Biden untuk bekerja sama memimpin AS beberapa tahun ke depan.

Berprofesi menjadi seorang senator, usia 55 tahun dirasa masih cukup muda oleh kebanyakan kalangan penduduk setempat untuk mencalonkan diri sebagai pemimpin negara. Pada mulanya, Kamala Harris berambisi untuk menurunkan Donald Trump dari tahtanya yang sangat berkuasa dan bertingkah laku nyeleneh sepanjang masa kepemimpinannya di sana.

Perempuan Oakland Menjabat Wakil Presiden Amerika Serikat Dampingi Joe Biden

Sayangnya, usaha Kamala harus terhenti karena ia kalah telak dari kompetitor lainnya, yaitu Joe Biden, yang memutuskan untuk memberikan peluang kerjasama. Jadilah seperti sekarang di mana akhirnya kedua kubu kuat ini berkoalisi saling kompak menuju satu tujuan: menghancurkan dinasti Trump yang meresahkan masyarakat Amerika Serikat selama empat tahun terakhir.

Satu tahun sebelum hari kemenangannya, Kamala yang masih aktif menjabat senator California sangat dominan karena kerap kali menang debat. Ia juga terkenal seketika disebabkan perangainya yang mampu melontarkan kritik tajam serta pedas tatkala menghadapi Joe Biden yang masih menjadi saingannya saat itu.

Perempuan Oakland Menjabat Wakil Presiden Punya Segudang Prestasi

Kamala Harris bukan hanya perempuan Oakland menjabat wakil presiden secara perdana, melainkan ia juga adalah satu – satunya pemangku jabatan tertinggi perempuan kulit berwarna sepanjang sejarah AS. Ia lahir puluhan tahun lalu di Oakland, California, berasal dari orangtua yang merupakan imigran; ibunya keturunan India, sementara ayahnya seorang Jamaika, membuatnya sangat spesial karena membawa semangat partai pengusungnya yaitu Demokrat.

Tak lama kemudian, orangtua Kamala bercerai, menyebabkan ia hanya mendapatkan separuh perhatian dari ibunya sebagai seorang single parent. Sang ibu pun bukan orang sembarangan, karena aktif dalam penelitian kanker serta seringkali terlibat dalam aksi aktifis memperjuangkan sejumlah hak warga sipil di Amerika.

Perempuan Oakland Menjabat Wakil Presiden Bangga Dengan Identitas Kulit Hitamnya

Ketika pertama kalinya ia diajak sang ibu berkunjung ke kampung halaman di India, saat itulah Kamala Harris langsung jatuh cinta terhadap budayanya. Sebaliknya, sang ibu justru lebih condong terhadap budaya percampuran antara Afrika dan Oakland, sehingga menyebabkan Kamala menjadi pribadi yang open minded.

Sedari kecil, ibunya berulang kali mengingatkan dirinya sendiri bahwa perjuangannya membesarkan anak – anaknya akan menjadi sangat besar tantangannya. Pasalnya, dalam darah mereka telah mengalir gen kulit hitam, sesuatu yang akan selalu menjadi penghambat terkait isu rasisme yang masih sulit diberantas pada negara adidaya tersebut.

Bangga Dengan Identitas Kulit Hitamnya Serta Tampil Percaya Diri

Sebelum tersiarnya kabar bahwa perempuan Oakland menjabat wakil presiden Amerika Serikat, Kamala Harris sempat mengalami kegagalan total saat kampanye. Lagipula, tempat kelahirannya juga terkenal dengan sejumlah fakta mengerikan tentang pembunuhan di Oakland yang sempat menjadi sebuah kontroversi pada dunia maya maupun sosmed.

Bagaimanapun juga, Kamala Harris mengaku sangat nyaman untuk mengungkapkan jati dirinya kepada khalayak ramai sebagai selayaknya orang Amerika. Ia merasa sangat baik – baik saja dengan latar belakangnya, dan tidak ingin hal itu menjadi sebuah hambatan dalam rangka pencalonan dirinya sebagai orang nomor satu di negara adikuasa.

Perempuan Oakland Menjabat Wakil Presiden Punya Segudang Prestasi

Harris juga sangat berprestasi, kariernya sebagai jaksa wilayah merupakan jabatan tertinggi dalam sebuah pertarungan peradilan di San Fransisco semenjak 2003 silam. Ia saat itu telah mengharumkan namanya karena menerima gelar jaksa agung California pertama yang punya garis darah Afrika pada sebuah negara bagian paling padat penduduknya di seluruh penjuru Amerika.

Pencalonan Harris di awal 2020 sempat menjadi sorotan seluruh media massa, terutama mengenai performanya saat masih menjabat jaksa penuntut utama di California. Ia selalu merasa bahwa dirinya mengemban tugas penting sebagai perpanjangan tangan maupun perwakilan dari banyak suara yang teraniaya, terutama dari kaum terkucilkan seperti kulit hitam.